Sejarah LAKESGILUT
Perjalanan panjang pengabdian LAKESGILUT drg. R. Poerwanto dalam melayani kesehatan gigi dan mulut
Tentang LAKESGILUT drg. R. Poerwanto
LAKESGILUT (Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut) drg. R. Poerwanto merupakan fasilitas kesehatan gigi dan mulut militer yang berada di bawah naungan TNI Angkatan Udara. Didirikan dengan semangat pengabdian untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut terbaik bagi prajurit TNI AU beserta keluarga, serta masyarakat umum di sekitarnya.
Dengan rekam jejak panjang dan komitmen yang tak pernah pudar, LAKESGILUT terus berkembang menjadi salah satu pusat layanan kesehatan gigi dan mulut terpercaya yang terus berinovasi demi kepuasan dan kesehatan masyarakat.
Foto Gedung LAKESGILUT
Tambahkan gambar melalui WordPress → Customizer → MediaLinimasa Sejarah
Tonggak-tonggak penting dalam perjalanan LAKESGILUT drg. R. Poerwanto
Sejarah Singkat
Sekitar tahun 1962 di Lingkungan Kesehatan TNI AU hanya ada enam dokter gigi yaitu drg. Ny. Karyadi, drg. Ny. Eleonora, drg. Tandyasraya, drg. Rahardi, drg. Hari Hardjito Sunarjo dan Drg. Poerwanto. Tidak hanya keterbatasan personil dokter gigi yang ada pada saat itu, tetapi juga dengan perlengkapan gigi yang masih sangat sederhana, seperti mobile dental unit (yang dioperasikan dengan tenaga kaki) dan minor dental surgery set yang tidak lengkap. Namun walaupun dengan kondisi demikian, para dokter gigi masih mampu mengemban tugas mendukung beberapa operasi seperti Operasi Mandala di Irian Jaya dan Operasi Saber Kilat di Kalimantan Barat. Pembinaan kesehatan gigi dan mulut pada sekitar awal tahun 1965 berada di bawah Asisten Direktur Kesehatan IV (ADKS IV) ) di bawah Jawatan Kesehatan AURI dan untuk tugas-tugas rutin diurus oleh Biro Kesehatan Gigi dan Mulut dibawah Asisten Kesehatan Kuratif Direktur Jenderal Kesehatan (Dirjenkes) AURI.
Lahirnya Pusbinkesgim
Pada tahun 1964 tiga dokter gigi (drg. Ny. Eleonora, drg. Hari Hardjito Sunarjo dan drg. Poerwanto) berangkat tugas belajar ke luar negeri sampai dengan tahun 1965. Namun dengan kembalinya tiga orang dokter gigi ke tanah air dari tugas belajar di luar negeri, Direktur Jendral Kesehatan (Dirjenkes) AURI merasa masih terasa kurang berkembangnya fungsi Kesehatan Gigi dan Mulut untuk mampu menyentuh langsung para prajurit. Karena itu sekitar tahun 1967 diputuskan untuk membentuk Satuan Tugas Penelitihan Kesehatan Gigi dan Mulut yang dipimpin oleh seorang Komandan Satuan (Dansat), dan berada langsung di bawah Dirjenkes AURI. Satgas ini bertugas mengadakan penelitian terhadap semua aspek yang menyang kut Kesehatan Gigi dan Mulut di lingkungan TNI AU termasuk organisasi pembina maupun pelaksananya.